APAKAH MASIH ADA YANG PUTUS SEKOLAH? INGIN MENERUSKAN TAPI USIA TAK MEMUNGKINKAN?
Apakah masih belum memiliki ijazah SD/SLP/SLTA?
Jika ya, jangan telat, daftarkan segera di sini, ikuti ujian kesetaraan dengan legal. Menerima warga belajar Paket A/B/C dan peserta ujian kesetaraan. Dijamin puas.

Minggu, 01 Juni 2008

Hujan Duit di PKBM



MEMBACA berita seorang motivator ulung Tung Desem Waringin yang tulisannya sering tampil di Koran SINDO Minggu, cukup mengagetkan. Bagaimana tidak, hujan duit yang disebarkan sejumlah 100 juta dengan pecahan Rp. 100 dan Rp. 5000 ini disebar dari atas helikopter di stadion Sepak Bola Baladika Kesatrian, Serang Seperti tadi pagi disiarkan oleh Radio Elshinta dan detik.com


Sebelumnya, menurut Kompas, rencana pembagian hadiah dari heli itu akan disebar di Senayan mengingat pada acara hari Minggu, 1 Juni 2008 bertepatan dengan hari Lahir Pancasila, akan banyak sekali warga yang berkumpul di sana. Telebih setiap hari Minggu juga banyak orang berolah raga di Senayan. Sayangnya izin untuk menyebarkan duit di senayan tidak jadi. Bahkan Kapolda sendiri belum mendengar kabar itu, dan cenderung tidak mempercayainya. Kalaupun ada, katanya, itu sangat rawan sekali mengundang keriuhan dan cukup membahayakan.

Menurut beberapa media massa gaya Tung Desem Waringin itu merupakan sebuah upaya promosi dalam bukunya yang terkenal "Marketing Revolution". Salah satu kritiknya melalui penyebaran uang seratus juta itu adalah menyinggung para pebisnis dimana promosi besar-besaran namun tidak mendukung penjualan.

Namun jika membaca komentar-komentar berita di detik.com banyak pembaca yang mengcam tindakan itu. "Gimana wibawa pemerintah kok diberi izin menyebarkan uang dari pesawat memang niat baik bagi2 uang tapi caranya itu tdk manusiawi, .... (cut)". Ungkap salah satu komentar. Dan masing banyak lagi komentar pedes yang intinya merasa bahwa penyebaran uang itu adalah cara yang bodoh dan hina seakan menghina kaum miskin.

Yah, apapun yang dikomentari, pembagian uang cara di sebar itu merupakan tindakan yang biasa-biasa saja. Di banyak kampung penyebaran uang itu biasanya diberikan saat sang tuan rumah mempunyai anak baru. Kemddian dikumpulkan anak-anak kecil dan saat itu pemilik rumah menghamburkan uang recehan. Mereka masing-masing senang sekali mendapatkan uang tersebut dan terkenang hingga masa tua.

Memang uang itu sangat berguna, namun alangkah baiknya, pembagian itu dengan cara yang tidak demonstratif seperti dengan helikopter apalagi dengan diliput media. Belum apa-apa seorang bocah kecil terinjak dan pingsan Barangkali kalau boleh usul, alangkah baiknya pembagian uang itu diberikan saja kepada PKBM-PKBM. Yang jelas manfaatnya untuk pendidikan anak-anak yang kurang beruntung.

Bayangkan jika uang Rp. 100 Juta itu bisa diberikan ke PKBM-PKBM kemudian dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi perkembangan pendidikan anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi, sosial dan politik tentu akan membawa angin segar bagi kita. Maka nama orang semacam Tung Desem Waringin akan diangkat sebagai "pahlawan" pendidikan alternatif dan hujan duit pun turun di PKBM.

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

1 Comment:

Gugus said...

Tung Desem Waringin ada di sini ...

Posting Komentar

kami senang sekali jika Anda setelah membaca tulisan di atas bisa dikomentari. Silah berkomentar...